Langsung ke konten utama

Praktek Kerja Lapangan Dipulau Terpencil Berujung Mistis (PART 2)

Hari Kedua KKN Mulainya Titik Keanehan Terjadi

Gak terasa udah jam 6 agnes bangun dan langsung pergi ke kamarnya. Ane milih buat tidur seharian hari ini bales dendam semaleman g bisa tidur. Ane masuk kamar dan mulai tertidur.

Pukul 7 ane dibangunin sama agnes dengan wajah ketakutan.
“ada apa nes?” ane terpaksa bangun
“kak itu kak si ratna...” suaranya gemetaran
Aduh apa lagi coba pagi – pagi gini pikirku sambil merasa kesal aku keluar bersama agnes menuju kamar para cwe. Disana semua sudah berkumpul mengelilingi ratna. Wajah ratna pucat, matanya terbuka tetapi ia tidak bergerak dan berkata apa – apa.
Aku coba memejamkan mata dan berdoa saat mataku kubuka benar adanya yang terlihat adalah si wajah leak sedang ada di atas tubuh ratna. ane ambil cincin yang kudapat dari warisan kakekku yang katanya adalah penjagaku yang diwariskan oleh kakekku. Kupakai cincin itu aku duduk disebelah ratna lalu ane berdoa sambil memejamkan mata. Tiba – tiba ane merasa seseorang dr belakang ane maju melewati ane dan saat ane buka mata ane lihat si wajah leak sudah hilang dari atas ratna. Seketika itu juga pecah tangis ratna yang membuat kupingku sakit.

Setelah kejadian itu ane putuskan buat berdiskusi dengan anggota kelompok ane.
“kak kita minta pindah rumah aja yuk” kata agnes yang memang udah ketakutan setengah mati
“terus alesan kita pindah?” tanya ane
“bilang aja terus terang kak” jawab aldo
Ane memang kurang setuju dengan ide pindah rumah pertama ane g suka ngerepotin kepala dukuh dan warga padukuhan kedua ane paling g suka ngebicarain hal – hal makhluk astral sama orang yang g bener – bener ane kenal karena ini hal tabu menurut ane. Tapi ane juga g mau berurusan sama hal kayak gini selama 29 hari tersisa.
“ya udah nanti biar aku nemuin pak dukuh buat ngomongin hal ini” kata ane
Sekitar jam 10 ane mau brangkat menuju rumah pak dukuh tiba – tiba agnes ingin ikut ane ke rumah pak dukuh. Sesampainya di rumah pak dukuh ane sama agnes mulai berbicara panjang lebar dan akhirnya terbukalah alasan mengapa dirumah itu banyak makhluk astralnya. Dulu waktu pak dukuh masih muda katanya rumah itu merupakan rumah dukun sakti yang memelihara banyak hantu. Dan semenjak kematian si dukun semua pusakanya dan peliharaannya tetap menjaga rumah itu. Fix ane mantep buat pindah tapi nampaknya nasib sial mengikuti kelompok ane karna g ada rumah lagi yang bisa ditempati kelompok ane. Setelah berbincang – bincang panjang lebar ane memutuskan untuk pulang. Diperjalanan agnes terus memasang wajah murung.

Sesampainya dirumah semua anggota kelompok sudah menunggu ane layaknya bapak yang pulang kerja dengan mata berbinar – binar mengharapkan berita baik dari ane. Begitu ane menyampaikan hasil diskusi dengan pak dukuh semua mata tampak sedih kecuali satu orang joko. Entah anak ini sok berani atau memang berani yang jelas wajahnya tidak menunjukan rasa kecewa justru menunjukan gairah untuk tetap tinggal di rumah itu. Ane dan anggota lain berencana menggali informasi tentang padukuhan untuk proker kami selain itu juga menggali informasi tentang rumah itu atau adakah orang yang dapat menolong kami mengatasi masalah kami. Kami membagi kelompok kami menjadi 4 pasang. Ane berpasangan dengan agnes (dia yang maksa buat berpasangan sama ane) , ivan dengan ine, aldo dengan silvy dan joko dengan ratna (ane beranggapan joko orang yang berani jadi ane pasangin sama ratna yang penakut).

Ane dan agnes berjalan ke arah RT 77 & 78 sisi yang bersebrangan dengan rumah kelompok ane. Jalan menuju ke sana melewati kebon yang dipenuhi pohon bambu lengkap dengan nyamuk sebesar lalat hijau, kuburan tua karena lewat belakang rumah pak dukuh, dan sungai yang biasa digunakan untuk mandi dan mencuci warga disini.
Perjalanan ini diawali dengan godaan pertama dari agnes dari awal perjalanan setelah rumah tidak terlihat agnes memeluk tangan ane yang otomatis tangan ane nyentuh dadanya yang indah. Dan ini yang ane suka dari cwe yang make kemeja jika dari kiri kita akan bisa melihat pemandangan indah dari celah kancingnya dan itu yang diberikan agnes (ane sampe beberapa kali kesandung gara – gara fokus ane gak kejalan). 

Sampai di makam tua gak ada angin gak ada hujan si agnes pingsan. Ane gendong si agnes buat nyari bantuan disekitar situ dan hasilnya nihil gan disini ane ngerasa ada yang g beres g mungkin siang bolong gini gak ada orang sama sekali dan ane tersesat gak tau arah ke rumah pak dukuh (karena rumah yang paling deket dari kuburan tua) setelah ane muter – muter ane nemuin pondok dari bambu kayak pos kamling yang samping – sampingnya pohon bambu ane tidurin si agnes disitu dan berencana muter lagi cari bantuan (ane capek kalo gendong terus) tapi waktu ane mau tinggal si agnes ternyata sadar tapi masih sesak nafas dan lemas. Ane teringat waktu pramuka kalo ada orang pingsan, sesak nafas, atau pusing pertolongan pertamanya adalah membuka sedikit pakaiannya (ane lupa manfaatnya) terus ane langsung buka kancing teratas dari kemeja agnes. Wuihhh gan si adek berdiri kagak turun – turun, belahannya sempurna gan dengan kulit putih yang mempesona.

“kamu gak papa kan nes? Emm ini aku buka dikit biar agak sejuk”
“gak papa kak” jawab agnes
“kamu sakit? Kok tiba – tiba pingsan?”
Dia g menjawab tapi langsung meluk ane.
“tadi aku liat sesuatu kak” sambil nangis gan
Setelah berpelukan agak lama, ane memutuskan buat pulang karna keadaan tidak memungkinkan buat ngelanjutin observasi kita. Setelah baca doa sebelum pulang ane sampe ke rumah dengan kecepatan penuh dan tanpa hambatan ( ane sama agnes lari). Sampai di rumah belom ada yg pulang jadi cuman ada ane dan agnes. Agnes sama sekali g mau pisah dari ane karna takut dan karna dia nempel kayak perangko ane g bisa nahan hasrat ane, ane cium bibir si agnes dia kagak nolak berlanjut tangan ane menuju dada agnes yang indah ketika ane mau berlanjut ke tahap selanjutnya terdengar langkah kaki dan suara percakapan dr luar buru – buru ane hentikan kegiatan ane menjelajahi tubuh agnes. Ternyata si anak songong dan ratna pulang dr observasi mereka karna mreka memang kebagian daerah yang deket. 
Setelah itu agnes ditemani ratna menyiapkan makan malam sedangkan ane menghisap rokok di ruang tamu sama si anak songong. G lama satu persatu semua pulang lalu kita makan dan memutuskan untuk menyampaikan hasil keesokan harinya karena semuanya sudah kelelahan.

BERSAMBUNG KE PART 3....!!!!

Sumber Cerita: https: //www.kaskus.co.id/profile/8168057

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keluargaku Yang Harmonis Berujung Miris Dan Menyeramkan (CERITA MISTIS NYATA)

Suara Misterius Yang Selalu Terdengar (Part 1) ITUMISTIS - Sedikit perkenalan gan, namaku Wawan... Aku tinggal disebuah kampung yg ada dipinggiran kota besar dipulau jawa yg sebagian besar penduduknya masih bertani. Begitu juga dengan orang tuaku, selain bertani mereka juga berdagang. Aku anak kedua dari tiga bersaudara, perlu diketahui gan..tahun 1998 aku lulus SMA, jadi sudah ketebak berapa umurku saat ini. Cerita ini berdasarkan pengalamanku sendiri dan keluarga serta beberapa orang terdekatku. Saat itu aku masih SMA, sepulang sekolah aku dan adik serta kakakku membantu ortuku disawah karena saat itu adalah musim tanam, jadi butuh tenaga ekstra yg tidak mungkin hanya dikerjakan oleh kedua orang tuaku. Sekitar jam 4 sore aku berniat pulang... "Pak aku pulang duluan ya... soalnya tadi udah janjian sama temen" kataku ke bapak. "Ya gak apa2, lagian juga sudah mau selesai kok" kata bapak. Akupun bergegas pulang dengan motorku, sementar...

Keluargaku Yang Harmonis Berujung Miris Dan Menyeramkan (CERITA MISTIS NYATA)

Mulai Anehnya Tingkah Ayahku (Part 2) ITUMISTIS - Mungkin bagi seorang cowok, masa SMA adalah masa di mana seseorang lagi bandel-bandelnya. Masa di mana seseorang lagi penasaran. Lagi pingin nyoba apapun, tak terkecuali dengan diriku. Sebenarnya aku tidak sekolah di SMA, tapi sebuah SMK yg dalam masing2 kelas ada 40 anak, dan cowok di setiap kelas itu paling banyak hanya 5 anak. Tapi hal itu tidak menyurutkan aku untuk menjadi seseorang yang bandel, beberapa hari yg lalu guru BP-ku datang kerumahku, beliau menyerahkan surat panggilan untuk orang tuaku, tentu saja surat itu berkaitan dengan kenakalanku di sekolah. Mungkin orang tuaku merasa sedikit shock, anaknya yang terlihat ngalim dirumah tapi ternyata diluar rumah maupun disekolah bandelnya gak ketulungan.  Sore itu... aku baru saja pulang sekolah, aku berbaring dikamarku melepas lelah setelah seharian bergelut dengan mata pelajaran, kebetulan kamarku berada di bagian depan yg berhubungan langsung ke teras rum...

Keluargaku Yang Harmonis Berujung Miris Dan Menyeramkan (CERITA MISTIS NYATA)

Kesehatan Ibuku Yang Mulai Memburuk (Part 10) ITUMISTIS - Ternyata orang yg selama ini kami curigai (mulai sekarang kita sebut aja bu parni: samaran) mengetahui kalo kita mengunjungi ibu **** , entah bagaimana caranya dia bisa mengetahuinya. Sementara sejak kejadian mimpi tempo hari keadaan ibu semakin menurun, akhirnya ibu aku ajak ke dokter, dokterpun bilang kalau hanya demam biasa dan hanya kelelahan sehingga butuh isrirahat saja. Sehabis pulang dari dokter kondisi ibu tidak juga membaik, bahkan bisa dibilang semakin parah, beliau kalo hari sudah menjelang malam selalu bingung, ditambah dada terasa sesak. Akupun bingung dengan keadaan ibu, saudara2ku(terutama pihak ibuku) pun berdatangan untuk menjenguk ibuku. "Dah dibawa ke dokter belum le?" tanya omku "Sudah om, baru kemaren kita ke dokter nsrko... tapi dokter menyatakan kl gak apa" jawabku "Coba besok ke dokter Suryono aja, sapa tau bisa ketahuan sakitnya" kata omku. ...